Layak Ditiru, 10 Mahasiswa Ini Ciptakan Ide Kreatif Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
28 Agustus 2016 : 17:02
TANGGAMUS (Lampung), CeritaMata.com –10
Mahasiswa Lampung ini, layak ditiru. Kerja kerasnya dalam Program Kerja
Pengabdian Masyarakat (PKPM) dari Kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya,
Lampung, mereka mampu menciptakan makanan ringan bernilai ekonomi tinggi, yaitu
tusuk gigi buah naga.
Bahan utama kerajinan ini, adalah Buah Naga.
Diketahui, buah berkulit merah yang menyerupai kulit naga ini tidak hanya
memiliki rasa yang enak, tetapi juga kaya akan kandungan gizi yang baik bagi kesehatan
tubuh.
Kandungan gizi seperti serat, protein,
kalsium, zatbesi, vitamin B dan C yang terdapat dalam buah naga juga dipercaya
berkhasiat untuk menjaga kecantikan kulit, kesehatan tulang, dan gigi.
Kesepuluh mahasiswa tersebut yaitu, Dede
Ardiansyah, Sonia Septa A, Arya Gryasta, Desti Eka S, dan Agitya Rahmawati.
Kemudian Rosanina Rizki A, Fitri Nurjanah, Gita Suci A, Firli Ansori, dan
Khomsiyah S. Mereka melaksanakan PKPM di Pekon Siliwangi sejak 5 Agustus - 5
September 2016.
Bentuk tusuk gigi itu menyerupai ranting dan
berbahan dasar buah naga sehingga disebut Raga, sementara Siliwangi merupakan
nama daerah tersebut. Berbeda dari tusuk gigi pada umumnya, Raga Siliwangi
memiliki warna merah keunguan dengan tekstur yang renyah, rasa yang gurih dan
manis khas buah naga. Produk ini juga dikemas rapi dilengkapi dengan label yang
didesain menarik oleh mahasiswa.
Arya Gryasta mengatakan, buah naga menjadi
salah satu potensi yang dimiliki Pekon Siliwangi. Sebelumnya masyarakat menjual
langsung buah naga atau mengonsumsinya sendiri. Belum ada usaha yang mengolah
tusuk gigi dari buah naga, padahal itu bisa menjadi alternatif lain dalam
menikmati buah naga, serta dapat memperpanjang masa simpan. Lanjutnya, pihaknya
juga telah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat untuk membuat Raga Siliwangi, belum
lama ini.
“Tak hanya memproduksi, kami juga mengajak
masyarakat untuk menjual dan memasarkan produk ini. Kami berharap masyarakat
khususnya ibu rumah tangga dapat termotivasi untuk berwirausaha. Semoga produk
Raga Siliwang bisa menjadi oleh-oleh khas Pekon Siliwangi dan memajukan usaha
desa," harap Arya, melalui rilis yang diterima Portalinspiratif.com (Group CeritaMata.com), Minggu (28/08/2016).
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL) Pekon Siliwangi, Ita Fionita, SE., MM mengapresiasi produk kreatifitas
mahasiswa PKPM. Menurutnya, produk Raga Siliwangi sudah cukup layak dijual
dengan rasa yang enak dan harga yang terjangkau yakni Rp 10 ribu/250 gr.
“Namun produk ini juga perlu disempurnakan
dengan dikemas dan label yang lebih menarik lagi. Sehingga produk ini bisa
dinilai unik, dan menjadi oleh-oleh khas Pekon Siliwangi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, tahun ini, sebanyak 297
mahasiswa PKPM terbagi menjadi 60 kelompok yang tersebar di 30 desa dari 5
kecamatan di Pringsewu yakni Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Pagelaran, dan
Banyumas.
“Melalui program PKPM, mahasiswa belajar
mengedukasi masyarakat untuk menggunakan teknologi informasi, memajukan usaha
kecil menengah (UKM) desa dengan inovasi produk, pelatihan-pelatihan
kewirausahaan, desain kemasan, serta mengenalkan sistem e-commerce. Semoga memberikan manfaat bagi besar bagi peningkatan
sumber daya manusia (SDM) di desa dan ekonomi masyarakat,” harapnya. (*)