BANDARLAMPUNG -- "Kalau kita
mengingat sejarah bangsa, sebagai salah satu pilar utama berdirinya bangsa
Indonesia adalah para Santri dan Laskar. Para santri masih berada di pesantren,
sedangkan para laskar sudah menjelma menjadi Tentara Nasional Indonesia dengan doktrin yang belum berubah bahwa TNI berasal dari
rakyat dan berjuang untuk rakyat. Jangan sampai aparatur TNI/Polri
berhadap-hadapan dengan umat," demikian yang disampaikan Muhammad Ridho Ficardo belum lama ini.
Orang nomor satu di Provinsi
Lampung itu mengatakan, jangan sampai turunannya berhadapan dengan TNI/Polri. “Kalau itu terjadi maka
perpecahan bangsa kita semakin dekat. Tetapi hari ini saya melihat tanda-tanda
bahwa Republik Indonesia ini akan terus ada, dengan adanya istighosah bersama
antara umat dan TNI/Polri," lanjut Ridho Ficardo.
"Dengan yakin dan percaya diri sebagai Gubernur Lampung, saya
menyatakan bahwa anak-anak lampung siap tegak teguh menjaga Republik Indonesia.
Parade Nusantara Indonesia Bersatu ini untuk mengingat kembali nilai-nilai
kebangsaan kita. Kita berbagai macam suku bangsa dan agama. Tidak ada satu
negara di dunia yang memiliki suku bangsa dan agama selain Indonesia. Itulah
kebanggaan kita bisa memiliki kesatuan dari begitu besar keberagaman," tambahnya
"Begitu besar energi bangsa kita. Begitu besar energi Provinsi
Lampung, anak-anak Lampung. Jangan sampai tersia-siakan untuk hal-hal yang
tidak penting. Setiap anak Lampung yang lahir bukan menjadi orang yang kaya
karena tambang di bawahnya, tetapi karena tetes keringat perjuangan untuk
memajukan provinsi Lampung. Bersyukurlah anda menjadi anak-anak pejuang bangsa,
memperjuangkan agar tanah kita menjadi tiyuh-tiyuh yang kayo rayo," ajak Ridho.
"Bhinneka Tunggal Ika akan selalu menghadapi ujian. Dan hari ini ujian
tersebut ada di kita. Insya Allah kita bisa mengatasinya berkat kesatuan dan
persatuan, dan berkat doa para pemimpin semua agama. Para pemimpin agama harus
dekat dengan umatnya. Sehingga para umat bisa bersatu dengan TNI/Polri.
Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada bapak Danrem 043 Garuda Hitam, dan
dukungan Kapolda Lampung. Kita sebagai subyek secara gotong royong menjaga
kebhinekaan bangsa dan menjaga Sai Bumi Rua Jurai," himbau Ridho Ficardo. (*)
* Huprov - CeritaMata.com

