"Desa wisata kreatif" berbasis konservasi

    11 Juli 2017 : 15:31

    * Oleh : Andi Desfiandi / Ketua Yayasan Alfian Husin

    PARIWISATA berkelanjutan sudah menjadi kebutuhan dalam industri pariwisata, dimana konsep kepariwisataannya yang berbasis konservasi. Tujuannya agar aktifitas kepariwisataan tidak merusak ekosistem, lingkungan alam, tatanan sosial dan budaya lokal. Apabila terjadi kerusakan lingkungan dan juga hilangnya budaya lokal maka akan sangat sulit utk mengembalikannya. Dan sekaligus akan memberikan dampak yg buruk bagi penduduk dari sisi ekonomi, sosial, budaya, ekosistem dan lingkungan.

    Untuk itu pariwisata harus dibangun berdasarkan konsep berkelanjutan dengan memperhatikan potensi ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja/pelaku kepariwisataan lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal,  pelestarian alam/lingkungan, pelestarian tatanan sosial, pelestarian budaya lokal.

    Tentunya inovasi dan kreasi-kreasi baru terhadap atraksi pariwisata atau produk- produk pariwisata yang ditawarkan harus tetap dilakukan, namun jangan sampai kemudian melenyapkan kearifan lokal bahkan merusak lingkungan dan tatanan sosial yg ada, karena pariwisata tanpa meningkatkan nilai melalui inovasi dan keunikan adalah hambar dan berumur pendek pula.

    Konsep pariwisata yg berkelanjutan sangat memungkinkan dan sepantasnya diterapkan dalam konsep desa wisata dan desa kreatif, dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan potensi pariwisata yg berbasis konservasi.

    Untuk menambah nilai dari wisata daerah tsb maka produk dan atraksi wisatanya harus diperkaya dengan menumbuh-kembangkan potensi ekonomi kreatif pada masyarakat desa. Sehingga diharapkan konsep wisata yg ditawarkan adalah "desa wisata kreatif" berbasis konservasi, dan pada akhirnya pariwisata berkelanjutan dapat tercapai.

    Karena banyak kasus daerah-daerah wisata dan objek wisata yg indah hanya mampu bertahan seumur jagung, karena lingkungan dan ekosistemnya rusak, tidak memiliki inovasi dan kreatifitas, dan kearifan lokal hilang dan tergantikan oleh budaya yg dibawa para turis. (*)


    Sorot

TERKINI
Copyright © 2017 Tim Pustaka Karya Sejati - All Rights Reserved | Support by: Inspiratif.co.id