Optimis Peningkatan Ekspor Sawit, KBRI Gandeng Kemendag RI Gelar Forum Bisnis
01 Desember 2017 : 23:42
Editor : Setio - Inspiratif.co.id
Duta
Besar RI Helmy Fauzi beserta Tim Ekonomi Perdagangan KBRI Cairo dalam
pertemuan dengan Menteri Perindag Mesir Tarek Qabel di Cairo membahas
kinerja perdagangan Indonesia-Mesir. (Foto : Doc KBRI Mesir)
Cairo - Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzi menyatakan pihaknya terus mendukung peningkatan ekspor tanah air dengan produk unggulan dan potensial, serta penetrasi Mesir dan sekitarnya.
Untuk itu, dirinya menjelaskan, pihaknya menggandeng Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan
RI akan menggelar Forum Bisnis Sektor Sawit dan Kopi di Cairo yang akan
berlangsung pada tanggal 5 sd 9 Desember 2017 di Four Seasons Nile
Plaza Cairo.
Dalam keterangan pers yang diterima Inspiratif.co.id, Jum'at 01 Desember 2017 petang, menjelaskan Cairo menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha Indonesia, Mesir
dengan populasi 96 juta jiwa (Capmas, Nov 2017) merupakan negara yang
tengah berkembang secara pesat menawarkan potensi besar dalam hal
perdagangan, pariwisata dan investasi.
"Mesir dengan negara-negara di kawasan telah terhubung selama
berabad-abad melalui perdagangan, penyebaran dan pemikiran keagamaan
serta pertukaran budaya. Kita dengan Mesir telah kenal satu sama lain
selama ratusan tahun, arus perdagangan antara Asia dan Afrika telah
berjalan dengan sangat maju, produk kita dikenal berkualitas baik, model
kedekatan ini perlu kita optimalisasi agar produk kita lebih
mendominasi di pasar Mesir dan sekitarnya," ungkapnya.
Lebih
lanjut dikatakannya, Mesir merupakan salah satu mitra dagang
non-tradisional yang penting bagi Indonesia. Produk ekspor Indonesia
menduduki peringkat ke-17 yang masuk ke Mesir dengan dominasi pasar
sebesar 1,72%.
"Pada
tahun 2016 volume perdagangan RI Mesir mencapai USD 1,46 miliar. Total
volume perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-Agustus 2017,
tercatat sebesar USD 982 juta, menurun 0,96% dibanding dengan periode
yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 991 juta," ujarnya.
Menurut Helmy, volume ekspor Indonesia ke Mesir pada periode
Januari-Agustus 2017 tercatat sebesar USD 797 juta, atau meningkat
18,80% dari periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 671
juta.
Sementara
impor Indonesia dari Mesir pada periode Januari-Agustus 2017 sebesar
USD 185 juta, menurun 42,24 % dibanding periode yang sama tahun 2016
yang tercatat sebesar USD 321 juta.
"Ekspor
utama Indonesia ke Mesir adalah kelapa sawit dan turunannya, kopi, ban,
karet, benang filamen sintetis, kertas, lemak nabati, plywood, produk
kerajinan dan rempah-rempah," kata dia.
Sedangkan
impor utama Indonesia dari Mesir adalah fosfat, hasil pertanian dan
perkebunan berupa buah-buahan, pupuk kimia dan produk kurma.
"Alhamdulillah
bulan lalu Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai importir utama
kurma Mesir yang diserahterimakan langsung oleh Mayjen Alaa Abou Zeid
Gubernur Prop. Matrouh".
Indonesia
sebagai importir utama kurma Mesir menyumbang 25% dari ekspor kurma
Mesir. Indonesia mengimpor kurma Mesir pada tahun 2016 dengan nilai
sebesar USD 6,5 juta dari total USD 40,41 juta volume ekspor kurma Mesir
ke Dunia.
"Untuk
Periode Januari - Juli 2017 impor Indonesia terhadap kurma Mesir
mengalami kenaikan cukup pesat mencapai USD 10,20 juta atau meningkat
sebesar 35,64 % dibandingkan impor periode yang sama tahun 2016 sebesar
USD 6,56 Juta," demikian Helmy Fauzi menjelaskan.
Arlinda
Imbangjaya, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI
menuturkan Forum Bisnis ini dilaksanakan untuk lebih mempererat
hubungan bisnis antara pelaku usaha baik Indonesia dan Mesir, selain
membahas upaya peningkatan hubungan perdagangan sekaligus ajang
penjajakan investasi bagi perusahaan Indonesia di Mesir dan juga
sebaliknya.
Forum
Bisnis akan diikuti oleh 100 pemimpin perusahaan setingkat Chief
Executive Officer (CEO) Mesir, buyer potensial di bidang Sawit, Kopi,
Kertas, Tekstil dan beberapa produk potensial lainnya. Di sisi
Indonesia, untuk sektor Sawit akan hadir BPDP KS Kementerian
Perindustrian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT.
Musim Mas, Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (MAKSI), Gabungan
Perusahaan perkebunan indonesia (GPPI).
"Dewan
Minyak Sawit Indonesia - Indonesia Palm Oil Board (IPOB), dan untuk
Sektor Kopi akan hadir GAEKI (Gabungan Eksportir Kopi Indonesia), PT.
Asal Jaya, PT. Kalinda Berkah Indonesia, PT. Sabani International, PT.
Nusantara Coffee (Noozkav), House of Coffee Barista, PT. Alwyni
International – Agrorina, dan Sektor Produk lainnya akan hadir APP (Asia
Pulp & Paper), PT. Global Mice Indonesia, PT. KSO Sucofindo -
Surveyor Indonesia," tutupnya. (*)