Terungkap SPJ Mantan Kades Terang Mulya Diduga Fiktif, Ini Pengakuan TPK-nya

    03 Desember 2017 : 22:32

    Laporan : Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra

    Inilah kondisi Balai Desa Terang Mulya yang proses pembangunannya diduga bermasalah. (Foto : Wardi Saputra / Inspiratif.co.id)

    Tulangbawang Barat - Tidak beresnya pembangunan Balai Desa (Tiyuh, bahasa setempat) yang dianggarkan dari program Dana Desa tahun 2015 senilai Rp92.540,000, ternyata diduga laporanya dibuat sepihak oleh Mantan Kepala Desa setempat, Ibrahim. Hal itu terungkap saat tim Inspiratif.co.id menghubungi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Balai Desa pada dua tahun lalu itu, Burhan, Minggu 03 November 2017. 

    BACA BERITA TERKAIT : Penggunaan Dana Desa di Terang Mulya Diduga Bermasalah, Pembangunan Ini Salahsatunya...

    Menurut Burhan, pengelolaan anggaran ditangani langsung sang Mantan Kades.  "Kalau untuk anggarannya saya sudah lupa pak, yang jelas untuk pengelolaan anggarannya pak Ibrahim Mantan Kepala Tiyuhnya (Kepala Desa)," ujar Burhan, melalui telepon selulernya. 

    Burhan pun mengakui, dirinya tidak dibelanjakan sejumlah material yang ada dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa tahun 2015. 

    "Kalau untuk material yang dibeli saya ingat, yaitu Semen, Bata untuk Pondasi, kayu, kayu dan ada beberapa maretial, ya material yang diperlukanlah untuk pembangunan balai tiyuh itu, liat saja Balai Tiyuhnya nanti ketahuan kok apa saja materialnya,"ungkap Burhan.

    "Bahan-bahan material itu tidak ada pak, Batanya aja cuma untuk Pondasi saja kalau untuk dindingnya itukan pake Batako yang dibuat dengan semen yang dibeli itu, kalau mau lebih jelas apa saja yang dipakai cek saja langsung bangunannya biar nanti saya tidak dibilang mengada-ada," tambah Burhan.

    Sebelumnya, tim Inspiratif.co.id mencoba mengkonfirmasi ke Ibrahim, sang Mantan Kepala Desa Terang Mulya. Namun, saat ditemui dikediamannya walau sudah tampak terlihat ada dikediamannya, namun saat dihampiri Ibrahim tampak menghindar. Bahkan yang menemui adalah Istrinya, Ros yang pada saat 'Proyek' negara ini menjadi Bendahara Desa. 

    Dalam keterangan yang disampaikan Ros, Ros tampak menghindar. "Saya tidak tau pak permasalahan pembangunan balai tiyuh itu, coba tanya sama kepala tiyuh yang menjabat sekarang sebab kalau tidak salah itu sudah dijaman dia menjabat, atau tanya saja sama Marji mantan carik yang dulu sapa tau di bisa kasih penjelasan, kalau ga tanya sama Noveri mantan Bendahara, sebelum saya kan dia yang jadi bendahara disini (Desa Terang Mulya), tapi setelah dia maju menjadi Kepala Tiyuh makanya sudah saya yang menggantikan posisinya. Dia juga kan yang lebih paham, itukan udah lama pembangunan balai tiyuh itu, kenapa baru sekarang ditindaklanjuti, suami sekarang sudah sakit-sakitan terus kena sakit jantung, nanti dia syock kalau ada permasalahan seperti ini," kilah Ros.

    Namun dari beberapa nama yang disebutkan oleh Ros istri dan sekaligus mantan bendahara Tiyuh tersebut,  hanya Noveri yang bisa dikonfirmasi melalui via telepon selulernya, dengan tegas Noveri membantah pernyataan yang disampaikan oleh Ros.

    "Saya tidak tau permasalahan itu, karena yang ngatur pembangunan itu pak Ibrahim mantan Kepala Tiyuh itu,  karena pembangunan Balai Tiyuh itu tahun 2015 masih dimasanya pak Ibrahim yang jadi Kepala Tiyuh. Bukan dimasa Kepala Tiyuh yang sekarang, saya saat itu hanya membuat SPJnya saja, yang memcairkannya itu buk Ros sama pak Ibrahim mantan Kepala Tiyuh itu, saya tidak tau dan tidak terlibat dalam urusan itu jadi saya tidak tau," tegas Noveri. (*)

    Sorot

TERKINI
Copyright © 2017 Tim Pustaka Karya Sejati - All Rights Reserved | Support by: Inspiratif.co.id