Pesawaran– Sebanyak15anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya tampak antusias mengikuti pelatihan dan simulasiwater rescuediPantai Batu Mandi, Pesawaran,Minggu04 Maret 2018 kemarin.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan SAR Nasional(BASARNAS)Provinsi Lampung.Materi disampaikan olehperwakilan BASARNAS yakniSulistiono,Santosa,Apri Kurniawan, danSumariansyah.Para peserta diberikan pengetahuan tentang pedoman keselamatan di air, teknik penyelamatan di airdenganRTRGT (reach, throw, row, go, tow/carry), penyelamatan dengan alat bantudan praktekmetode membawa korban ke daratanmenggunakan perahu karet.
Ketua pelaksana, Diana Rika Herdianto mengatakan,pelatihan dan simulasiwater rescuebertujuan untuk meningkatkan kecakapan, danmenambah wawasan para relawantentang penyelamatan korban di air.
“Banjir menjadi salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.Dalam kasus bencana banjir, kemampuan bertumpu pada urusan water rescue, atau kemampuan menyelamatkan nyawa korban di dalam air.Untuk itu, UKM KSR mengadakan Pelatihandan SimulasiWater Rescue agar kemampuan para peserta dalam hal tanggap darurat dan kesiapansiagaan banjir terus meningkat,” ujarnya.
Terpisah,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pemasaran dan Kerjasama IIB
Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengapresiasi dan mendukung
kegiatan tersebut. Menurutnya, UKM KSR sebagai organisasi kemahasiswaan
di Darmajaya yang bergerak dibidang sosial perlu membekali dan melatih
anggotanya dengan kompetensi yang harus mereka kuasai untuk siap terjun
di lapangan membantu masyarakat.
“Sehingga relawan UKM KSR lebih siap, cekatan, dan tanggap saat melaksanakan tugas,” harapnya.
Menurut
Muprihan, melalui organisasi kemahasiswaan, mereka tak hanya bisa
mengembangkan minat bakatnya, tetapi mahasiswa juga bisa berkarya,
meraih prestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.(*)